| BERANDA | RUANGDOSEN | KICKNOTE | PUISI | CERPEN | ESAI | ARTIKEL | SOLILOKUI | INFOLOMBA | GUDANG | GALERI | BIODATA |
Saturday, March 10, 2007
: kado ultah fei

hujan sore hari meninggalkan jejak di februari
pada pematang sawah, sepanjang 1984 kaki
tempat aku melangkah menuju hulu masa kecilmu
sambil menyemai bulir-bulir padi di tepi saung
memainkan angklung di setiap tikungan menuju kampung
aha! aku menemukan namamu di perbatasan
berbaur dengan aroma kopi dan puisi

barangkali tanah parahyangan telah menyepuh namamu
dalam suatu penciptaan yang anggun, ketika Tuhan tersenyum
hingga di setiap jengkal tubuhmu kata-kata terpatri indah
seperti lanskap gunung-gunung dan lembah
menghijau dan memukau

aku ingin mengeja namamu di atas 23 batang lilin
yang kunyalakan ketika hujan dan angin menggigilkan tubuhku
hingga makna persahabatan semakin hangat
sepanjang jalan yang basah, menuju kota tempat kita
bisa saling mengabadikan kata

februari menjadi ramai
ketika hari sejarahmu dihiasi kembang kasih sayang
dan nyala lampion, juga tarian dan tetabuhan
dalam remang cahaya lilin aku ingin melihatmu tersenyum
di beranda rumahmu fei, juga di hatimu

Bogor, Februari 2007